gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Penguatan Mitigasi Bencana untuk Tingkatkan Keamanan Wisata Alam Berbasis Air di Berau

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Berau (KB)
banner 728x250

BERAU – Upaya memperkuat keamanan destinasi wisata berbasis air kembali dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana bagi para pengelola wisata alam di Kecamatan Segah. Program ini menyasar destinasi yang dinilai memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, terutama kawasan wisata yang berada di sekitar sungai, air terjun, dan hutan.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan bahwa Kecamatan Segah dipilih karena memiliki sejumlah destinasi alam yang tengah berkembang pesat dan mengalami peningkatan kunjungan, salah satunya Air Terjun Tambalang yang dalam dua tahun terakhir menjadi primadona wisatawan.

Bimtek ini juga menjadi tindak lanjut dari program pendampingan pengelola wisata yang sebelumnya dilakukan di Kampung Tepian Buah.

“Sebagian besar destinasi alam di Berau berbasis dari air, jadi membutuhkan perhatian khusus dalam aspek keselamatan,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa faktor seperti karakter medan, kondisi cuaca yang cepat berubah, serta risiko kecelakaan di kawasan sungai dan air terjun memerlukan penanganan profesional.

“Makanya perlu diberikan pengetahuan mitigasi bencana kepada pengelola yang bertugas langsung di lapangan agar keamanan wisatawan benar-benar terjamin, dan destinasi tetap bisa dikelola secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Bimtek tersebut diikuti peserta dari tiga kampung: Tepian Buah, Tumbit Melayu, dan Punan Mahkam daerah yang memiliki potensi wisata berkembang dan berada dalam jalur menuju Tepian Buah. Ketiga kampung ini juga merupakan binaan pemerintah sejak pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Materi bimtek disampaikan oleh narasumber dari BASARNAS, PMI, dan BPBD Berau. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai mitigasi bencana, manajemen risiko destinasi, penyusunan SOP keselamatan, pertolongan pertama, serta teknik dasar penyelamatan di kawasan air dan hutan. Usai penyampaian teori, peserta melakukan praktik lapangan di Air Terjun Tambalang melalui simulasi penanganan kondisi darurat, mulai dari identifikasi titik rawan hingga evakuasi korban dan penggunaan peralatan keselamatan.

Baca Juga  Bupati Sri Juniarsih Sidak RSUD Abdul Rivai: “Pelayanan Kesehatan Harus Cepat dan Transparan”

Samsiah berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan pengelola wisata dalam menghadapi berbagai situasi darurat, karena rasa aman wisatawan merupakan faktor utama dalam keberhasilan pengembangan pariwisata daerah. Ke depan, Disbudpar berencana memperluas pelatihan ke kecamatan lain dan menyediakan pelatihan lanjutan bagi pengelola destinasi berbasis air.

“Mitigasi bencana bukan hanya tugas satu instansi, tetapi harus dilakukan bersama-sama agar pengunjung merasa aman dan nyaman ketika berada di lokasi wisata di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*)

banner 728x90