BERAU – Kondisi parkir kendaraan di sekitar Pelabuhan Tanjung Batu mendapat perhatian dari Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. Ia menilai penataan parkir di kawasan tersebut masih belum optimal dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di area pelabuhan.
Menurutnya, aktivitas kendaraan yang parkir tidak teratur di sekitar pintu masuk pelabuhan seringkali membuat arus kendaraan menjadi tersendat, terutama saat aktivitas bongkar muat dan mobilitas penumpang sedang tinggi. Situasi ini dinilai perlu segera ditangani oleh instansi terkait agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
“Parkir kendaraan yang tidak tertata ini cukup mengganggu arus lalu lintas di sekitar pelabuhan. Kondisi seperti ini tentu harus segera ditangani agar aktivitas di kawasan pelabuhan tetap berjalan lancar,” ujar Liliansyah.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Berau untuk segera mengambil langkah konkret dalam menata area parkir di kawasan tersebut. Menurutnya, penataan yang baik tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna pelabuhan.
Selain penataan lokasi parkir, Liliansyah juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendukung bagi kendaraan yang terparkir. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan pembangunan fasilitas pelindung kendaraan seperti kanopi atau tenda di area parkir pelabuhan.
Menurutnya, kendaraan yang parkir di sekitar kawasan pesisir sangat rentan terpapar uap air laut yang mengandung garam. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan pada kendaraan.
“Setidaknya perlu disediakan kanopi atau tenda sebagai pelindung kendaraan. Area pelabuhan ini kan dekat dengan laut, sehingga uap air asin bisa berdampak pada kondisi kendaraan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menilai perlunya pengawasan yang lebih intensif serta penempatan rambu atau petunjuk parkir yang jelas agar pengguna pelabuhan dapat mengetahui area parkir yang telah disediakan.
Lebih jauh, Liliansyah mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Berau mempertimbangkan pembangunan area parkir tambahan yang lebih luas dan tertata. Dengan adanya lokasi parkir khusus yang memadai, kendaraan tidak lagi berhenti sembarangan di sekitar akses utama pelabuhan.
“Sebaiknya ada area parkir yang lebih luas dan tertata dengan baik. Dengan begitu kendaraan tidak lagi parkir di sembarang tempat yang bisa mengganggu arus kendaraan lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pelabuhan merupakan salah satu fasilitas penting yang mendukung aktivitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, penataan kawasan pelabuhan, termasuk fasilitas parkir, perlu mendapat perhatian serius agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Pelabuhan adalah pintu gerbang aktivitas ekonomi. Karena itu penataan lingkungannya harus diperhatikan agar tetap tertib, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (ADV)











