gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Ironi Destinasi Wisata, Krisis Air Bersih Masih Bayangi Biduk-Biduk

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami (KB)
banner 728x250

BERAU – Permasalahan ketersediaan air bersih kembali mencuat di Kabupaten Berau, terutama di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan. Di balik pesona alamnya yang menarik wisatawan, sejumlah wilayah di kecamatan tersebut justru masih menghadapi keterbatasan akses air layak konsumsi.

Sorotan terhadap kondisi ini datang dari Anggota Komisi II DPRD Berau, , yang mendesak Pemerintah Kabupaten Berau agar segera mengambil langkah konkret. Ia menilai persoalan air bersih tidak bisa terus dibiarkan, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat maupun citra pariwisata daerah.

Sutami mengungkapkan bahwa sebagian warga masih mengandalkan air dengan kualitas yang kurang layak, bahkan cenderung asin, untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menurutnya menjadi ironi bagi daerah yang rutin dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

“Saya sudah turun langsung ke lapangan, dan memang benar air yang digunakan masyarakat itu rasanya payau, bahkan cenderung asin,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun masyarakat setempat mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut, standar kualitas air seperti itu tetap berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera menyusun solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar kebutuhan dasar, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kenyamanan wisatawan. Pemerintah harus segera hadir dengan solusi nyata,” tegasnya.

Selain itu, Sutami juga menyoroti kondisi di , di mana sumber air bersih berada cukup jauh dari permukiman warga. Hal ini dinilai menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian dan membutuhkan intervensi berupa pembangunan sumur serta penyediaan peralatan pendukung.

“Di beberapa kampung, seperti Klendakan, sumber airnya jauh. Ini perlu perhatian khusus, termasuk pembangunan sumur dan alat bantu pengeboran,” jelasnya.

Baca Juga  UMKM Jadi Tumpuan: DPRD Berau Dorong Prioritas Anggaran 2026

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa karakteristik wilayah pesisir seperti Biduk-Biduk memerlukan pendekatan berbeda dalam pencarian sumber air. Penggunaan teknologi dinilai penting untuk memastikan air yang ditemukan benar-benar layak konsumsi.

“Karena ini wilayah pesisir, tentu butuh teknologi khusus untuk mendeteksi sumber air yang aman. Tinggal kita kaji titik mana yang paling potensial,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI