BERAU – Penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Workshop Pembinaan Pelaku Usaha yang digelar Pemkab Berau bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dan pengrajin, tetapi juga mendorong produk lokal agar mampu berkembang, beradaptasi dengan perubahan pasar, hingga memiliki daya saing di tingkat yang lebih luas.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan perkembangan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari peran pelaku usaha. Menurutnya, UMKM harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi, bukan sebatas penerima bantuan maupun program pemerintah.
“Pelaku usaha memiliki posisi penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah ingin membangun hubungan yang lebih kuat agar usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang,” kata Sri Juniarsih.
Ia menilai tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini semakin kompleks. Perubahan tren konsumen, perkembangan teknologi, hingga persaingan pasar menuntut pelaku UMKM untuk terus melakukan pembaruan.
Karena itu, pelaku usaha diminta tidak berhenti meningkatkan kualitas produk. Kemasan, legalitas, strategi pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar.
“Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah dicapai. Pelaku usaha perlu terus melihat perkembangan pasar, belajar dari produk yang berhasil, kemudian menyesuaikannya dengan karakter dan potensi yang kita miliki di Berau,” ujarnya.
Sri Juniarsih juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan media sosial bukan hanya sebagai sarana berjualan, tetapi sekaligus ruang untuk mempelajari tren, membangun jaringan konsumen dan mengembangkan strategi promosi.
Pemkab Berau, lanjutnya, akan terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang mendukung melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, digitalisasi serta perluasan jaringan pemasaran.
Di sisi lain, potensi ekonomi kreatif Berau dinilai masih sangat besar. Selain produk UMKM, daerah ini memiliki kekayaan kriya, wastra, kuliner, seni hingga kreativitas generasi muda yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
Salah satunya melalui pengembangan delapan motif Batik Derawan-Maratua yang telah diluncurkan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas produk kerajinan daerah.
“Berau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. Mulai dari batik, kuliner, kesenian hingga kreativitas anak muda. Kalau dikelola secara serius dan didukung bersama, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dalam pengembangan UMKM dan industri kerajinan.
Menurutnya, Dekranasda memiliki peran dalam pembinaan sekaligus membantu memperkenalkan produk kerajinan daerah agar mampu memiliki nilai tambah dan daya saing.
Ia menyebut penguatan UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perbankan dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pembiayaan usaha, literasi keuangan, peningkatan kualitas produk, promosi, pemasaran hingga penguatan rantai pasok.
“UMKM tidak mungkin berkembang maksimal jika berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama agar persoalan permodalan, kualitas produk, promosi maupun akses pasar bisa ditangani secara berkelanjutan,” terang Edy.
Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan manfaat konkret bagi peserta dan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.
Sri Juniarsih pun mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, perusahaan, perbankan, sektor perhotelan serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
“Yang kita harapkan bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi ada perubahan setelahnya. Pelaku usaha semakin percaya diri, produknya semakin baik, pasarnya semakin luas dan pada akhirnya mampu berdiri lebih mandiri,” pungkasnya. (ADV)











