gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Bupati Berau Dorong Regenerasi Petani, Pertanian Modern Jadi Kunci Ketahanan Pangan

banner 728x250

BERAU – Upaya memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Berau terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui pengembangan sektor pertanian dan peningkatan produktivitas petani.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan syukuran panen padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, yang turut dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Panen yang berlangsung di tengah kondisi kemarau tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi kerja keras petani sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menjaga ketersediaan pangan.

Sri Juniarsih mengatakan keberhasilan petani Labanan Jaya menghasilkan panen di tengah keterbatasan kondisi cuaca patut mendapat penghargaan. Menurutnya, petani memiliki peran strategis dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Panen ini menunjukkan bahwa para petani kita memiliki semangat dan ketekunan yang luar biasa. Di tengah kondisi kemarau, mereka tetap mengelola lahannya hingga menghasilkan produksi. Karena itu, pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani,” ujar Sri.

Ia menilai sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi beras, tetapi juga menyangkut kemandirian daerah. Berau, kata dia, memiliki potensi lahan yang dapat dikembangkan sehingga kebutuhan pangan masyarakat tidak selamanya bergantung pada daerah lain.

Sri menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya mengoptimalkan potensi pertanian yang tersedia. Salah satunya dengan memperluas pemanfaatan lahan serta meningkatkan dukungan sarana dan prasarana pertanian.

“Kita memiliki potensi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Potensi itu harus dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa dikurangi,” tegasnya.

Selain peningkatan produksi, Bupati juga menyoroti persoalan regenerasi petani. Menurutnya, sebagian petani saat ini sudah berusia lanjut sehingga diperlukan strategi untuk menarik minat generasi muda agar mau menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi.

Baca Juga  Panahan Penajam Paser Utara Siap Unjuk Gigi di POPDA 2025 dan Bidik Prestasi di Porprov 2026

Sri menilai perkembangan teknologi membuka peluang bagi anak muda untuk masuk ke sektor pertanian tanpa harus menggunakan pola kerja konvensional.

“Anak-anak muda tidak harus membayangkan pertanian sebagai pekerjaan yang seluruhnya dilakukan secara manual. Sekarang teknologi sudah berkembang dan bisa membantu pekerjaan petani menjadi lebih mudah, cepat dan efisien,” jelasnya.

Pemkab Berau pun terus menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban kerja petani.

Menurut Sri, perguruan tinggi juga dapat dilibatkan untuk membangun pola pertanian modern. Generasi muda yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian diharapkan mampu membawa inovasi baru dalam pengelolaan lahan.

“Kalau generasi muda kita diberikan ruang untuk belajar dan mengembangkan teknologi pertanian, saya yakin mereka bisa menjadi petani modern yang mampu menghasilkan produksi lebih baik,” katanya.

Saat ini, luas lahan baku sawah di Kabupaten Berau disebut mencapai sekitar 2.365 hektare. Pemkab Berau juga terus mengupayakan penambahan dan optimalisasi areal pertanian melalui koordinasi dengan pemerintah pusat serta berbagai pihak.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni optimalisasi lahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi area produksi pangan. Pemkab Berau juga tengah melakukan sinkronisasi pemanfaatan lahan sekitar 16 hektare untuk mendukung pengembangan pertanian.

Di sisi lain, penguatan produksi pangan lokal dinilai dapat mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sri berharap semakin banyak petani yang dapat terlibat dalam skema kemitraan untuk menyediakan bahan pangan berkualitas bagi masyarakat, termasuk kebutuhan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Petani kita harus bisa melihat peluang dari berbagai program pemerintah. Kita ingin hasil pertanian lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi bagian dari penyediaan pangan bergizi untuk masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Brimob Kompi 3 Buka Jalan Baru bagi Kebangkitan Tinju Berau

Ia berharap keberhasilan panen di Labanan Jaya dapat menjadi pemacu bagi wilayah lain untuk mengembangkan sektor pertanian. Peningkatan produktivitas diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Ke depan kita ingin pertanian Berau semakin modern. Dengan dukungan teknologi, sarana produksi dan kerja sama semua pihak, pekerjaan petani bisa lebih ringan dan hasil yang diperoleh juga semakin optimal,” pungkas Sri. (ADV/34) 

banner 728x90
SMSI