gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Deklarasi Calon Ketum Kohati PB HMI, Andi Wahyuni Perkenalkan Gagasan Lewat Buku Rebut Ruang

banner 728x250

SAMARINDA — Deklarasi bakal calon Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menjadi momentum bagi Andi Wahyuni Muzakkir untuk memperkenalkan arah perjuangannya di tingkat nasional. Tak hanya menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi organisasi, Andi juga meluncurkan buku Rebut Ruang sebagai bagian dari upayanya menyuarakan pentingnya keterlibatan perempuan di ruang publik.

Deklarasi yang berlangsung di Citra Niaga, Samarinda, Sabtu (31/10/2026) malam, itu mengusung gagasan Kohati Inklusif. Kegiatan tersebut dihadiri kader Kohati dari berbagai cabang, alumni, serta keluarga besar HMI yang mengikuti pemaparan visi dan gagasan yang dibawa Andi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Kohati PB HMI di Lampung.

Dalam deklarasinya, Andi menekankan bahwa Kohati harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi kader perempuan dengan latar belakang dan potensi yang beragam. Organisasi, menurutnya, perlu memberikan kesempatan lebih luas bagi kader untuk mengembangkan kapasitas, menyampaikan pemikiran, dan mengambil peran dalam kepemimpinan.

Ia juga menyoroti perlunya memperkuat keterlibatan kader dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dalam dinamika organisasi di tingkat pusat. Baginya, daerah tidak hanya perlu dikenal melalui kekayaan sumber daya alam, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia dan kontribusi pemikiran.

“Kader dari Kalimantan memiliki potensi untuk ikut menentukan arah organisasi dan memberikan sumbangsih bagi Indonesia. Karena itu, kita perlu membangun kepercayaan diri, memperkuat kapasitas intelektual, serta membuka jalan agar lebih banyak perempuan dari daerah tampil dalam kepemimpinan nasional,” ujar Andi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ia memperkenalkan Poros Kalimantan sebagai ruang komunikasi dan konsolidasi antarkader menjelang Munas. Gagasan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama sekaligus mendorong kader dari wilayah Kalimantan agar memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi di tingkat nasional.

Baca Juga  Porprov Kaltim VIII Dipastikan November 2026, Daerah Mulai Persiapan Lebih Matang

Ia menegaskan, konsolidasi tersebut bukan bertujuan membangun kepentingan kelompok berdasarkan wilayah. Sebaliknya, Poros Kalimantan diarahkan menjadi sarana mempertemukan gagasan dan memperkuat solidaritas antarkader.

“Yang terpenting adalah bagaimana kader bisa saling menguatkan dan bergerak bersama. Kita ingin Kalimantan hadir dengan pemikiran serta kontribusi nyata, bukan sekadar membawa identitas daerah. Kesempatan untuk berkembang dan memimpin harus terbuka bagi kader yang memiliki kapasitas dan komitmen,” katanya.

Peluncuran buku Rebut Ruang turut menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Buku itu membawa pesan tentang keberanian perempuan mengambil posisi di ruang publik, menyampaikan pandangan, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui karya tersebut, Andi ingin menegaskan bahwa perempuan tidak cukup hanya diberi kesempatan untuk berpartisipasi, tetapi juga perlu memiliki keberanian dan kemampuan untuk menggunakan ruang yang tersedia.

“Pesan ini sejalan dengan gagasan Kohati Inklusif yang diperkenalkannya dalam deklarasi pencalonan,” tegasnya.

Andi Wahyuni menandai langkah pencalonannya dengan dua pesan utama, yakni memperkuat ruang kepemimpinan perempuan melalui Kohati Inklusif dan mendorong kader daerah agar lebih aktif menyumbangkan gagasan dalam percaturan organisasi di tingkat nasional.

Dukungan terhadap langkah Andi juga disampaikan Presidium Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kaltim, Jandariyah. Ia menilai, proses regenerasi kepemimpinan perempuan membutuhkan dukungan lintas generasi agar kader memiliki kesiapan menghadapi tanggung jawab organisasi.

“Regenerasi tidak bisa berjalan sendiri. Kader membutuhkan ruang untuk belajar, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Alumni memiliki tanggung jawab untuk mendampingi proses itu agar perjuangan perempuan di Kohati dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kaltim, Murjani Zuhrie, memberikan perhatian terhadap peluncuran Rebut Ruang yang dinilainya sebagai bagian dari penyampaian gagasan melalui jalur intelektual.

Baca Juga  Muswil PKB Kaltim Mantapkan Konsolidasi Politik Pada 2029, Syafruddin Tegaskan Target 11 Kursi

Menurutnya, karya tulis dapat menjadi sarana bagi seorang kandidat untuk memperlihatkan pemikiran sekaligus menawarkan perspektif dalam menjawab tantangan organisasi.

“Buku ini menjadi medium untuk memperkenalkan gagasan yang ingin dibawa Andi. Kepemimpinan membutuhkan lebih dari sekadar keberanian maju diperlukan pula pemikiran yang jelas dan kemampuan mengembangkan ide agar dapat memberi manfaat bagi organisasi,” ujarnya. (*)

banner 728x90
SMSI