gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Wastra Berau Dibawa Naik Kelas, Pemkab Jajaki Kolaborasi dengan Industri Fesyen

banner 728x250

JAKARTA — Kain dan produk kriya khas Kabupaten Berau mulai didorong untuk tidak berhenti sebagai produk kerajinan daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melihat peluang pengembangan wastra lokal untuk masuk ke ranah industri fesyen sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus jangkauan pasar yang lebih luas.

Langkah tersebut dilakukan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui pertemuan dengan perancang busana sekaligus figur publik Ivan Gunawan di Jakarta, Sabtu (26/9). Pertemuan itu turut difasilitasi Ketua Ikatan Perajin Batik Nusantara (IPBN), Dyah Ayu Pasha.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih memperkenalkan potensi wastra Berau sekaligus mendiskusikan kemungkinan pengembangannya bersama pelaku industri kreatif. Beberapa kain Batik Berau juga diserahkan kepada Ivan Gunawan untuk melihat secara langsung karakter motif dan kekayaan kain yang berkembang di daerah.

Menurut Sri Juniarsih, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari perspektif baru agar produk kriya dan UMKM Berau dapat berkembang lebih jauh. Pengembangan produk lokal, kata dia, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang memahami tren, desain hingga kebutuhan pasar.

“Banyak hal yang bisa kami pelajari dari pertemuan ini, terutama bagaimana melihat potensi kain lokal dari sudut pandang industri fesyen,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menilai peningkatan kapasitas pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk. Aspek desain, kualitas, kreativitas, kemasan hingga strategi pemasaran juga perlu diperkuat agar produk lokal memiliki daya saing ketika memasuki pasar yang lebih luas.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya membangun koneksi dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kriya maupun fesyen. Jejaring tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku usaha Berau untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan dan peluang kolaborasi.

Baca Juga  Bukan Sekadar Terasi, Berau Bidik Produk Olahan Laut Beridentitas Daerah

“Pemerintah harus hadir membuka akses. Saya ingin menjadi penghubung agar produk kerajinan Berau mendapat ruang untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” katanya.

Sri Juniarsih menegaskan, pengembangan wastra tetap harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah. Modernisasi desain dan pemanfaatan wastra dalam industri fesyen diharapkan tidak menghilangkan karakter yang menjadi ciri khas Berau.

“Kita ingin produk lokal tetap membawa identitas Berau, tetapi pada saat yang sama bisa mengikuti perkembangan dunia kreatif dan kebutuhan pasar,” tegasnya.

Pemkab Berau berharap penjajakan tersebut dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi maupun pendampingan. Dengan begitu, wastra dan kriya lokal tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM dan perekonomian daerah. (ADV) 

banner 728x90
SMSI