BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau semakin serius mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas dengan memperluas pasar hingga ke tingkat global. Salah satu strategi yang kini diperkuat adalah pemanfaatan platform digital internasional seperti sebagai pintu masuk ekspor.
Kepala , , menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi UMKM agar tidak lagi bergantung pada pasar lokal. Menurutnya, digitalisasi membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan pembeli dari berbagai negara.
“Dengan digitalisasi, UMKM kita tidak lagi hanya bermain di pasar lokal. Mereka bisa langsung terhubung dengan buyer internasional. Ini peluang strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan peta jalan pengembangan UMKM berbasis ekspor. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan ekspor dan pemasaran digital, kurasi produk agar memenuhi standar global, hingga fasilitasi legalitas dan sertifikasi usaha.
Selain itu, penguatan pemasaran digital menjadi fokus utama agar UMKM mampu bersaing di marketplace internasional. Upaya ini juga akan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Meski peluang terbuka lebar, Eva mengakui bahwa ekosistem ekspor di Berau masih dalam tahap pengembangan. Beberapa produk lokal memang telah menembus pasar luar negeri, namun jumlahnya masih terbatas.
“Fondasi sudah mulai terbentuk, baik dari kesiapan pelaku usaha, dukungan pemerintah, hingga kemitraan. Tantangan kita saat ini ada pada standarisasi produk, kontinuitas produksi, dan logistik,” jelasnya.
Sejumlah komoditas unggulan daerah dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, mulai dari produk olahan perkebunan, hasil perikanan, kerajinan berbasis kearifan lokal, hingga makanan khas daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, Diskoperindag Berau juga menyediakan pendampingan bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung ke platform digital global. Pendampingan mencakup pelatihan penggunaan platform, penyusunan katalog produk, strategi harga ekspor, hingga pemahaman sistem pembayaran dan distribusi internasional.
“UMKM tidak kita biarkan berjalan sendiri. Ada proses kurasi dan evaluasi sebelum mereka masuk ke platform global,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi dan pelaku industri, guna menciptakan UMKM Berau yang tangguh dan mampu bersaing di pasar dunia. (ADV)











