gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Tak Hanya Soal Gizi, DPRD Berau Soroti Air Bersih dan Posyandu dalam Penanganan Stunting

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto (Kb)
banner 728x250

BERAU – Penanganan stunting di Kabupaten Berau dinilai tidak bisa hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menekankan pentingnya pembenahan faktor dasar seperti akses air bersih dan sanitasi sebagai bagian utama dalam upaya pencegahan.

Menurutnya, kondisi lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Ketersediaan air bersih yang terbatas serta sanitasi yang kurang memadai berpotensi memicu penyakit yang berdampak langsung pada risiko stunting.

“Kalau air bersih tidak tersedia dengan baik, itu juga berpengaruh terhadap stunting. Sanitasi dan air bersih ini wajib diperhatikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, masih ada sejumlah wilayah kampung di Berau yang menghadapi keterbatasan akses air layak konsumsi. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui program lintas sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga edukasi masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat.

Selain aspek lingkungan, Dedy juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai ujung tombak pencegahan stunting. Ia menilai, aktivitas posyandu di beberapa wilayah mulai menurun, baik dari sisi partisipasi masyarakat maupun dukungan anggaran.

“Posyandu harus dihidupkan lagi dan didukung anggaran. Kalau kita serius menangani stunting, ini harus jadi perhatian,” tegasnya.

Padahal, lanjutnya, posyandu memiliki fungsi strategis dalam memantau pertumbuhan balita, memberikan edukasi kepada ibu hamil dan menyusui, serta mendeteksi secara dini potensi gangguan gizi pada anak.

Dedy juga mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memperkuat sinergi dalam menangani persoalan ini. Ia menilai, penanganan stunting tidak akan efektif jika dilakukan secara parsial tanpa kolaborasi lintas sektor.

“Kesehatan, pekerjaan umum, hingga pemberdayaan masyarakat harus berjalan bersama. Ini tidak bisa ditangani satu sektor saja,” jelasnya.

Baca Juga  Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus, Nasib Honorer Tak Boleh Terabaikan

Ia turut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk kader posyandu dan aparat kampung, dalam mendukung program pemerintah. Edukasi terkait pola asuh, gizi seimbang, serta kebersihan lingkungan perlu terus digencarkan.

“Kami optimistis angka stunting dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” tandasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI