gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dari Sampah Pesisir Jadi Cuan, Bupati Berau Dorong UMKM Kembangkan Produk Kreatif

banner 728x250

BERAU — Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Berau tidak selalu harus berasal dari bahan baku baru. Material yang selama ini dianggap sebagai limbah di kawasan pesisir justru dinilai dapat menjadi peluang usaha apabila diolah secara kreatif oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendorong masyarakat untuk melihat kembali potensi bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, khususnya wilayah pesisir dan kepulauan.

Menurutnya, keberadaan cangkang kerang yang banyak ditemukan di sejumlah kawasan pantai Berau dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bernilai jual. Pemanfaatan tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi limbah yang berserakan di lingkungan.

“Bahan seperti cangkang kerang sebenarnya punya potensi. Kalau dibersihkan dan dikreasikan dengan baik, sesuatu yang sebelumnya dianggap limbah bisa berubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Sri.

Ia mengatakan, kreativitas pelaku UMKM dapat diarahkan untuk menghasilkan berbagai produk, seperti aksesori, hiasan, suvenir hingga gantungan kunci. Namun, kualitas menjadi faktor penting agar produk lokal mampu menarik perhatian konsumen.

Sri menekankan, kerajinan berbahan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan bahan. Tampilan, desain, kerapian serta kualitas akhir produk harus terus ditingkatkan sehingga memiliki daya saing ketika dipasarkan.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya bahan yang digunakan, tetapi bagaimana produk itu dikemas dan dibuat menarik. Dengan sentuhan desain yang baik, nilai jualnya tentu bisa jauh berbeda,” katanya.

Selain cangkang kerang, Bupati juga melihat peluang pemanfaatan sampah plastik, terutama botol bekas. Material tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan apabila mendapatkan sentuhan kreativitas dari pelaku usaha.

“Botol bekas jangan langsung dilihat sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan kreativitas, barang tersebut bisa dibuat menjadi kerajinan dan memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Baca Juga  Dorong Identitas Produk Lokal, Diskoperindag Siapkan Galeri UMKM di Segah

Menurut Sri, pengembangan usaha berbasis limbah memiliki keuntungan berlapis. Selain membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat, langkah tersebut turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pesisir yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Berau.

Ia pun mengajak perusahaan, perbankan maupun organisasi lainnya untuk ikut memberikan dukungan kepada UMKM. Bantuan tidak hanya berupa modal, tetapi juga pelatihan, peralatan, pendampingan desain dan perluasan akses pasar.

Sri berharap produk berbasis bahan lokal tersebut nantinya tidak berhenti pada produksi skala rumah tangga. Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas, produk kerajinan khas Berau dinilai berpeluang diperkenalkan melalui berbagai pameran maupun pasar yang lebih luas.

“Berau memiliki karakter sebagai daerah pesisir dan kepulauan. Ini bisa menjadi keunggulan tersendiri karena bahan dan identitas lokalnya tidak dimiliki semua daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Jadi, kita ingin masyarakat tidak hanya melihat apa yang ada di sekitar sebagai sumber daya yang bisa digunakan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang kreatif, bernilai dan memberikan manfaat ekonomi,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI