gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Dari Tarakan ke Panggung Nasional, Rija Aulia Bawa Semangat Merawat Bahasa

banner 728x250

JAKARTA — Perjalanan menuju panggung nasional tak selalu berakhir dengan gelar juara. Bagi Rija Aulia Mayatri, mahasiswi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (UNMUL) asal Tarakan, Kalimantan Utara.

Pengalaman mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 justru menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, sekaligus memperluas cara pandangnya terhadap bahasa dan keberagaman Indonesia.

Sebelumnya, Rija berhasil meraih posisi sebagai Pemenang 1 pada Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 2026. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi perwakilan Kaltimtara dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional yang berlangsung pada 14–18 September 2026 di Jakarta.

Rangkaian karantina dilaksanakan di Hotel Santika Hayam Wuruk, sementara tahapan Final Raya digelar di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Meski tidak membawa pulang gelar juara nasional, Rija tetap menjadi bagian dari Duta Bahasa Nasional 2026.

Bahkan, ia mendapat kepercayaan dari seluruh peserta untuk menjalankan peran sebagai Ibu Lurah atau Wakil Ketua Angkatan, mendampingi peserta putra dari Provinsi Kepulauan Riau yang dipercaya sebagai Pak Lurah atau Ketua Angkatan.

Bagi Rija, perjalanan tersebut bermula dari ketertarikan yang sederhana, tetapi kemudian berkembang menjadi kesadaran mengenai pentingnya bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Awalnya saya tidak pernah membayangkan akan menjadi Duta Bahasa. Namun, saya kemudian tertarik karena menyadari bahwa bahasa merupakan identitas sekaligus cara kita terhubung dengan orang lain,” ungkapnya.

Menurutnya, keberagaman bahasa yang dimiliki Indonesia menjadi alasan kuat bagi generasi muda untuk ikut menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa kepada masyarakat luas.

“Keberagaman bahasa di Indonesia memotivasi saya untuk mengajak generasi muda terus menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa,” ujarnya.

Pertemuan dengan para Duta Bahasa dari berbagai provinsi juga menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Perbedaan latar belakang, budaya hingga gagasan membuat Rija melihat Indonesia dari perspektif yang lebih luas.

Baca Juga  Walau "Wassalam" di Top 9 AKSI Indosiar, Kisah Ambo Tang Samarinda Jadi Inspirasi Masyarakat Indonesia

“Bertemu Duta Bahasa dari seluruh Indonesia dengan latar belakang, budaya, dan gagasan yang luar biasa menjadi pengalaman berharga yang akan selalu saya syukuri dan kenang,” katanya.

Ia menyampaikan, keberadaan Duta Bahasa bukan sekadar gelar atau prestasi, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap bahasa daerah dan bahasa Indonesia.

“Duta Bahasa memiliki peran penting untuk membuka kesadaran kita dalam memahami dan menjaga identitas bahasa, baik bahasa daerah maupun bahasa persatuan,” pungkasnya. (*)

banner 728x90
SMSI