BERAU – Upaya membangkitkan minat baca masyarakat di Kabupaten Berau kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih santai dan relevan dengan gaya hidup masa kini. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau menghadirkan inovasi berupa kafe literasi di area terbuka samping Gedung Perpustakaan Daerah.
Konsep ini menggabungkan kegiatan membaca dengan suasana nongkrong yang nyaman, sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Meski masih dalam tahap uji coba, fasilitas ini sudah mulai dimanfaatkan oleh pelajar, masyarakat umum, hingga keluarga untuk bersantai sambil menikmati bahan bacaan.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk inovasi yang mampu mengubah wajah perpustakaan menjadi lebih ramah dan terbuka.
“Perpustakaan sekarang tidak harus selalu identik dengan suasana serius. Dengan konsep seperti ini, orang bisa datang untuk santai, tapi tetap mendapatkan manfaat edukasi,” ujarnya.
Menurut Elita, pendekatan yang lebih fleksibel seperti ini efektif untuk menghilangkan kesan kaku yang selama ini melekat pada perpustakaan. Ia juga menilai, suasana ala kafe dapat menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi generasi muda, sekaligus membuka ruang interaksi sosial yang lebih produktif.
Namun, ia menekankan agar inovasi ini tidak berhenti pada tahap percobaan saja. Evaluasi secara berkala dinilai penting untuk memastikan program tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan budaya literasi di masyarakat.
Selain itu, ia mendorong pengelola untuk terus mengembangkan layanan, termasuk memperpanjang jam operasional hingga malam hari serta membuka layanan di akhir pekan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Semakin banyak yang datang dan memberi masukan, semakin mudah bagi pengelola untuk menyesuaikan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Elita juga melihat adanya peluang besar untuk melibatkan pelaku UMKM dan komunitas lokal dalam pengembangan kafe literasi ini. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat fungsi perpustakaan, tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang kegiatan edukatif dan kultural.
“Kami optimistis kafe literasi dapat menjadi ikon baru di Berau. Tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap geliat ekonomi kreatif di daerah,” pungkasnya. (ADV)











