gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Pemkab Berau Satukan Strategi, Pariwisata Berkelanjutan Jadi Prioritas

banner 728x250

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mendorong perubahan pola pengelolaan sektor pariwisata agar tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, tetapi mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.

Arah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung RPJPD Bapperida Berau, Rabu (12/8/2026).

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, pengembangan pariwisata harus menjadi pekerjaan bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, sektor tersebut tidak akan berkembang maksimal apabila hanya dibebankan kepada instansi yang menangani urusan pariwisata.

Ia mengatakan, pariwisata telah ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan dalam RPJMD Kabupaten Berau 2025-2029. Karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih terarah serta dukungan lintas sektor agar pengembangannya memberikan hasil nyata.

“Mulai sekarang pengelolaan pariwisata harus kita lakukan dengan lebih terarah. Semua perangkat daerah perlu mengambil peran sesuai tugasnya agar pembangunan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Sri.

Menurutnya, situasi fiskal daerah juga menjadi alasan penting bagi Berau untuk mulai memperkuat sektor-sektor ekonomi alternatif. Selama ini, perekonomian daerah masih banyak ditopang oleh sektor pertambangan serta transfer dari pemerintah pusat.

Sri menilai, kondisi tersebut semestinya menjadi pemicu untuk menggali potensi lain yang dapat menghasilkan pendapatan sekaligus membuka lapangan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Ketergantungan terhadap sumber pendapatan tertentu harus mulai kita kurangi secara bertahap. Berau punya banyak potensi yang bisa dikembangkan, dan pariwisata merupakan salah satu yang harus kita garap secara serius,” katanya.

Ia mencontohkan Bali dan Yogyakarta sebagai daerah yang mampu membangun sektor pariwisata hingga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan destinasi juga berjalan beriringan dengan UMKM dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  Bupati Berau Tekankan Loyalitas dan Kompetensi ASN sebagai Kunci Reformasi Birokrasi

Sementara itu, Berau memiliki modal kuat berupa wisata bahari. Maratua dan Kakaban menjadi dua kawasan yang memiliki daya tarik tersendiri, khususnya melalui panorama laut dan kekayaan ekosistem bawah air.

Namun, Sri mengingatkan agar pengembangan wisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan. Keberlanjutan lingkungan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pariwisata.

“Keindahan alam yang kita miliki harus dijaga bersama. Jangan sampai wisata berkembang, tetapi kebersihan dan lingkungan justru terabaikan. Destinasi yang nyaman tentu membutuhkan lingkungan yang bersih dan terawat,” tegasnya.

Selain destinasi alam, Pemkab Berau juga melihat produk lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari industri pariwisata. Salah satunya kakao Berau yang dinilai memiliki kualitas dan peluang untuk semakin dikenal di luar daerah.

“Produk lokal harus kita tempatkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Ketika wisatawan datang, mereka bukan hanya melihat tempatnya, tetapi juga mengenal dan membawa pulang produk khas Berau,” jelas Sri.

Penguatan sumber daya manusia turut menjadi perhatian. Kemampuan berbahasa asing dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara.

Sri berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan pariwisata, tetapi ikut mengambil manfaat melalui usaha, pelayanan maupun produk kreatif.

“Keramahan masyarakat, kemampuan berkomunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan akan menentukan kesan wisatawan. Kalau semuanya berjalan bersama, kita bisa membangun pariwisata Berau yang kuat sekaligus berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV/29) 

banner 728x90
SMSI