gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

E-Katalog Jadi Strategi Diskoperindag Perluas Pasar Produk UMKM Berau

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita (KB)
banner 728x250

BERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai memperkuat pemasaran melalui platform digital. Salah satu langkah yang terus disosialisasikan adalah pemanfaatan e-katalog untuk membuka akses pasar yang lebih luas.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan perubahan pola konsumsi masyarakat membuat pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan penjualan secara langsung. Produk lokal perlu diperkenalkan melalui berbagai saluran pemasaran agar peluang mendapatkan konsumen semakin besar.

Ia menyebut e-katalog dapat menjadi salah satu alternatif bagi UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menawarkan produknya secara lebih luas. Dengan masuk ke dalam ekosistem digital, pelaku usaha juga tidak hanya bergantung pada kegiatan bazar maupun pameran yang digelar pemerintah.

“Sekarang pelaku UMKM harus mulai melihat pemasaran digital sebagai kebutuhan. E-katalog bisa menjadi salah satu pintu bagi mereka untuk memperkenalkan produk dan mendapatkan pasar di luar pola penjualan yang selama ini dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi justru menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan dalam memasarkan produknya. Pemerintah pun terus mendorong agar pelaku usaha tidak tertinggal dalam mengikuti perubahan tersebut.

Eva menilai kehadiran UMKM di platform digital juga dapat membuka peluang untuk berbagai jenis produk, termasuk makanan dan kebutuhan penunjang kegiatan pemerintahan maupun masyarakat.

“Semakin banyak produk yang bisa ditawarkan secara digital, semakin terbuka juga peluang pasarnya. Karena itu, pelaku UMKM harus mulai membiasakan diri dengan sistem pemasaran berbasis teknologi,” katanya.

Ia mencontohkan Rumah Kue Tasya yang telah mulai masuk dalam ekosistem pemasaran digital. Menurut Eva, langkah tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM lokal memiliki kesempatan untuk mengembangkan pasar apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Peningkatan UMKM di Perkampungan Didukung Penuh Pemerintah

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Eva menyebut peluang bagi UMKM tetap terbuka. Berbagai kegiatan masih membutuhkan konsumsi maupun produk lokal sehingga dapat menjadi pasar yang potensial bagi pelaku usaha.

“Efisiensi anggaran bukan berarti kebutuhan terhadap produk UMKM hilang. Kegiatan tetap berjalan dan kebutuhan seperti konsumsi maupun produk lainnya tetap ada. Tinggal bagaimana pelaku UMKM menangkap peluang tersebut,” jelasnya.

Selain mendorong pemasaran digital, Diskoperindag juga merancang penguatan pemasaran secara langsung melalui rencana penyediaan galeri UMKM di kawasan Dermaga Penyeberangan Sanggam. Lokasi tersebut diharapkan menjadi salah satu titik yang memudahkan wisatawan menemukan produk lokal.

Namun, pihaknya menegaskan dukungan pemerintah terhadap pemasaran UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha pada akhirnya mampu berdiri sendiri.

“Pemerintah tetap perlu memberikan stimulus dan membuka akses pasar, tetapi tujuannya bukan membuat pelaku UMKM bergantung. Mereka harus terus meningkatkan produksi, kualitas dan kemampuan pemasaran supaya bisa berkembang secara mandiri,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI