gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Diperkuat hingga 2026, Pejuang SIGAP Dorong Kampung Berau Lebih Mandiri

banner 728x250

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat pembangunan berbasis kampung melalui keberlanjutan program Pejuang SIGAP Sejahtera (PSS) hingga 2026. Program ini diarahkan untuk memastikan potensi yang dimiliki setiap kampung tidak berhenti pada pemanfaatan bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Pejuang SIGAP ditempatkan di kampung-kampung untuk mendampingi pemerintah dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi lokal, menyusun pengembangan, hingga mendorong pemanfaatannya menjadi sumber ekonomi baru.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, keberadaan PSS merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di masing-masing kampung.

“Pejuang SIGAP kita tempatkan untuk membantu masyarakat melihat apa yang sebenarnya bisa dikembangkan dari potensi kampung mereka. Program ini akan terus kita evaluasi agar pendampingannya benar-benar memberikan manfaat,” ujar Sri.

Menurutnya, setiap kampung memiliki karakteristik dan sumber daya yang berbeda. Karena itu, pola pendampingan tidak dapat diseragamkan. Potensi yang ada harus terlebih dahulu dipetakan agar pengembangannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang dapat diarahkan menuju proses hilirisasi, mulai dari kakao hingga produk turunan lainnya yang memiliki peluang ekonomi.

“Potensi setiap kampung tentu tidak sama. Ada yang bisa diarahkan ke pengolahan kakao, ada pula yang memiliki peluang mengembangkan produk kebutuhan rumah tangga dan komoditas lainnya. Tinggal bagaimana potensi tersebut kita dorong agar menghasilkan nilai ekonomi lebih besar,” jelasnya.

Sri menegaskan, para Pejuang SIGAP direkrut secara berkala dan menjalani evaluasi. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan tenaga pendamping yang terlibat tetap mampu menjawab persoalan serta kebutuhan pembangunan di tingkat kampung.

Keberlanjutan program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha. PT Berau Coal memberikan dukungan sebesar Rp4 miliar untuk menunjang pelaksanaan program SIGAP di Kabupaten Berau.

Baca Juga  Empat Penyakit Ini Jadi Penghalang Calon Jemaah Haji Kukar untuk Berangkat ke Tanah Suci

Bupati menilai dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pemberdayaan masyarakat.

“Dukungan dari dunia usaha tentu sangat membantu pemerintah dalam memperluas dampak program. Kolaborasi seperti ini perlu terus dibangun agar upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung bisa berjalan lebih optimal,” katanya.

Melalui program tersebut, Pemkab Berau menargetkan adanya perubahan pola pengelolaan potensi kampung. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjual hasil produksi dalam bentuk mentah, tetapi mulai mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut Sri, hilirisasi di tingkat kampung juga berpotensi membuka lapangan usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat secara langsung.

“Kita ingin potensi yang ada di kampung benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Bukan hanya menghasilkan bahan baku, tetapi bisa diolah, dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV/30) 

banner 728x90
SMSI