gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Pasar Ikan Murah Gunung Tabur Dorong Harga Pangan Terjangkau Sekaligus Hidupkan UMKM

banner 728x250

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memperluas jangkauan program pangan murah dengan menggelar Pasar Ikan Murah yang dirangkaikan bersama Bazar UMKM di Kecamatan Gunung Tabur. Kegiatan ini tidak hanya menyasar kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan.

Sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari ikan segar, beras, minyak goreng, sayuran hingga telur. Kehadiran berbagai bahan pangan dalam satu lokasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih mudah dijangkau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi lintas organisasi perangkat daerah. Kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pasar murah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menyediakan komoditas dengan harga terjangkau. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, mendukung upaya penanganan stunting dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pasar murah ini kami dorong sebagai program bersama agar masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi, mendukung penanganan stunting dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, sekitar dua ton ikan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, distribusi komoditas perikanan tetap mempertimbangkan kondisi musim karena cuaca dan angin selatan dapat memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Sri Juniarsih menilai respons masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Gunung Tabur menjadi wilayah ketiga yang menjadi lokasi pelaksanaan setelah kegiatan serupa sebelumnya digelar di Sambaliung dan Tanjung Redeb.

“Respons masyarakat sangat baik. Karena itu, program ini akan kami lanjutkan secara bertahap agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di kecamatan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Mayoritas Fraksi DPRD Kaltim Dukung Hak Angket, Keputusan Akhir Ditentukan di Paripurna

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menambahkan bahwa aspek kesegaran ikan menjadi perhatian utama dalam menentukan pola distribusi. Menurutnya, pengiriman ikan ke wilayah yang jauh membutuhkan perhitungan matang agar kualitas komoditas tetap terjaga ketika sampai di lokasi.

“Kami harus memastikan ikan yang dibawa tetap segar. Untuk wilayah yang dekat, distribusinya lebih mudah, sedangkan kecamatan yang jaraknya cukup jauh perlu kami koordinasikan lebih lanjut, terutama terkait pengangkutan dan operasionalnya,” jelas.

Dari sisi harga, pemerintah berupaya memberikan komoditas ikan dengan harga yang tidak membebani masyarakat. Harga ditetapkan dengan mempertimbangkan modal dan harga pasar sehingga program tersebut tetap memberikan manfaat tanpa mengganggu keberlangsungan nelayan maupun pelaku usaha perikanan.

“Kami berusaha menjual dengan harga yang terjangkau, setidaknya di sekitar harga modal dan tidak melampaui harga pasar. Selisih beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil, tetapi cukup berarti bagi masyarakat,” katanya.

Abdul Majid menjelaskan, jenis ikan yang tersedia juga tidak selalu sama karena sangat dipengaruhi musim. Komoditas yang banyak diminati masyarakat belum tentu tersedia dalam jumlah besar ketika kondisi cuaca tidak mendukung aktivitas penangkapan.

Karena itu, pelaksanaan Pasar Ikan Murah akan terus menyesuaikan dengan potensi perikanan dan kondisi masing-masing wilayah.

Selain menjual kebutuhan pangan, kehadiran Bazar UMKM turut memperluas manfaat kegiatan. Pelaku usaha lokal diberi kesempatan menawarkan berbagai produk kepada masyarakat sehingga transaksi yang terjadi tidak hanya berpusat pada komoditas pangan.

Abdul Majid mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam menyediakan fasilitas kegiatan. Sarana seperti tenda, meja dan kursi disiapkan secara gotong royong sehingga pelaksanaan pasar murah dapat berjalan lebih optimal.

“Dukungan dari kecamatan dan kelurahan sangat membantu. Kami dari Dinas Perikanan bisa fokus membawa komoditas ikan, sementara kebutuhan fasilitas di lokasi telah dibantu disiapkan,” pungkasnya.

Baca Juga  DPRD Berau Minta Pemerataan Nakes hingga Wilayah Pesisir dan Pedalaman

Pemerintah daerah berharap pola kolaborasi tersebut dapat diterapkan di kecamatan lain. Selain membantu menjaga keterjangkauan harga pangan, program tersebut diharapkan mendorong konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal. (ADV/31) 

banner 728x90
Penulis: ZahraEditor: Redaksi
SMSI