gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Batik Berau Tampil Memikat di Harganas Kaltim, Dekranasda Percepat Promosi Produk Wastra Lokal

banner 728x250

BERAU – Keindahan batik khas Kabupaten Berau menjadi salah satu daya tarik dalam Bazar Gelar Produk pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026. Melalui ajang tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan wastra lokal kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga jajaran pemerintah provinsi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Berau Brigjen Pol. (Purn) Edy Suswanto bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memperlihatkan langsung koleksi batik karya perajin lokal, Putri Arofah dari Batik Putri Maluang, kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Gubernur Rudy Mas’ud tampak mengamati setiap motif batik yang dipamerkan. Ia menilai batik Berau memiliki identitas budaya yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu produk unggulan Kalimantan Timur.

“Batik Berau memiliki corak yang unik dan berbeda dengan daerah lain. Karakter seperti ini merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga sekaligus dipromosikan agar semakin dikenal masyarakat luas,” ungkap Rudy.

Tidak hanya menghadirkan kain batik, stan Berau juga menampilkan berbagai produk fesyen seperti kemeja, outer, gaun, hingga jaket yang mengusung motif khas daerah. Sentuhan desain yang lebih modern membuat produk tersebut menarik perhatian para pengunjung bazar.

Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan pihaknya terus berupaya memperluas pasar bagi produk-produk kerajinan lokal melalui berbagai kegiatan promosi dan pembinaan kepada para perajin. Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus berjalan seiring dengan inovasi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami ingin batik Berau tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, pembinaan kepada para perajin terus kami lakukan agar kualitas dan inovasinya semakin meningkat,” jelas Edy.

Baca Juga  Ratna Minta Pengawasan Ketat Produk Kemasan, Kasus Gagal Ginjal pada Anak Jadi Sorotan

Ia menambahkan, perubahan tren fesyen menjadi peluang bagi batik Berau untuk menjangkau pasar yang lebih beragam. Kolaborasi dengan desainer lokal terus didorong sehingga motif tradisional dapat dikemas dalam busana yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat.

Selain itu, Dekranasda juga mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan kalangan swasta, untuk lebih aktif menggunakan batik dan tenun khas Berau sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus membantu meningkatkan pendapatan para perajin.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau akan terus membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM dan perajin agar produk unggulan daerah semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

“Momentum seperti Harganas menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan kekayaan wastra Berau. Kami berharap batik khas daerah mampu menjadi identitas yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para perajin,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI