gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

ISPA Melonjak hingga 5.000 Lebih Kasus, Pemkab Berau Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar

banner 728x250

BERAU — Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau di tengah kembali menebalnya kabut asap dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, jumlah kasus ISPA telah mencapai sekitar 5.100 kasus. Angka tersebut disebut menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yang rata-rata berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 kasus per bulan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kondisi udara yang kembali memburuk harus direspons dengan langkah pencegahan, terutama untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap udara yang tercemar.

Gamalis menyampaikan hal tersebut saat meninjau kondisi udara di kawasan Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Jumat (18/9/2026), bersama Dinkes dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.

Ia mengatakan kondisi kabut asap sebelumnya sempat menunjukkan perbaikan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara kembali memburuk dengan cepat sehingga pemerintah perlu melakukan pemantauan lebih lanjut.

“Beberapa waktu lalu kondisi udara sudah mulai membaik, tetapi dalam sepekan terakhir perubahan terjadi cukup cepat. Karena itu, kami perlu memastikan kondisi sebenarnya melalui pengukuran kualitas udara,” ujar Gamalis.

Pemkab Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kemudian menyiapkan pengukuran menggunakan standar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pengukuran dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi udara di wilayah Tanjung Redeb.

“Hasil pengukuran ini akan menjadi bahan bagi pemerintah untuk melihat seberapa serius kondisi udara saat ini dan menentukan langkah yang perlu dilakukan berikutnya,” katanya.

Gamalis juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan kembali menggunakan masker, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak juga diminta untuk dikurangi.

Baca Juga  Berau Susun Ekonomi Terintegrasi, Pariwisata Bakal Jadi Penghubung Petani dan Nelayan

“Untuk sementara, masyarakat sebaiknya kembali membiasakan diri memakai masker dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila memang tidak ada keperluan yang mendesak,” imbaunya.

Pemkab Berau juga memperpanjang kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) sebagai salah satu langkah mengurangi paparan udara luar terhadap anak-anak. Namun, Gamalis menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti peserta didik bebas bermain di luar rumah.

“BDR harus benar-benar dimanfaatkan untuk menjaga anak tetap berada di lingkungan yang lebih aman. Jangan sampai sekolah diliburkan, tetapi anak justru banyak beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Berau, Rahmawati, membenarkan adanya peningkatan kasus ISPA yang cukup signifikan.

Menurutnya, jumlah sekitar 5.100 kasus menjadi angka tertinggi sepanjang tahun berjalan. Bahkan, angka tersebut belum mencakup masyarakat yang memilih melakukan pengobatan secara mandiri di rumah.

“Angka yang kami catat sudah berada di sekitar 5.100 kasus dan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Sebelumnya, jumlah kasus per bulan biasanya berada di kisaran dua sampai tiga ribuan,” jelas Rahmawati.

Ia mengingatkan masyarakat tidak menganggap ringan gangguan pernapasan di tengah kondisi udara yang memburuk. Terlebih, sebagian warga memilih melakukan perawatan sendiri sehingga tidak seluruh kasus tercatat dalam data fasilitas kesehatan.

“Yang perlu diperhatikan adalah masyarakat yang memilih mengobati diri sendiri di rumah karena kasusnya tidak seluruhnya masuk dalam pencatatan kami. Karena itu, pencegahan tetap harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Rahmawati pun mengajak masyarakat menjadikan penggunaan masker sebagai kebiasaan selama kualitas udara belum kembali normal serta menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.

“Selama kondisi kabut asap masih seperti ini, masyarakat kami minta menggunakan masker ketika berada di luar dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang sifatnya tidak penting,” pungkasnya. (*)

banner 728x90
SMSI