gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Keterbatasan Petugas Jadi Tantangan, DLHK Berau Gandeng Resor dan Kampung Rawat Kebersihan Maratua

banner 728x250

BERAU – Keterbatasan tenaga kebersihan menjadi salah satu tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Pulau Maratua. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memperluas kolaborasi dengan pemerintah kampung dan pengelola resor.

Saat ini, DLHK Berau hanya memiliki 11 personel yang ditempatkan di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maratua. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah serta aktivitas pariwisata yang berlangsung di kawasan tersebut.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan keterbatasan personel membuat pihaknya perlu mencari pola penanganan yang melibatkan lebih banyak unsur. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk memastikan kebersihan Maratua tetap terjaga.

“Dengan jumlah petugas yang masih terbatas, tentu jangkauan pelayanan kami belum bisa maksimal. Karena itu, kami ingin membangun kerja sama dengan pemerintah kampung dan para pengelola resor agar persoalan kebersihan bisa ditangani secara bersama-sama,” ujar Zulkifli.

Dalam pola tersebut, 11 petugas UPT Maratua tetap menjadi motor utama kegiatan kebersihan yang dilakukan DLHK. Namun, cakupan penanganan diharapkan dapat diperluas melalui keterlibatan pihak lain yang berada langsung di kawasan wisata.

Pengelola resor, misalnya, didorong tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebersihan di dalam kawasan usahanya. Mereka juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitar area resor, khususnya lokasi yang bersinggungan dengan aktivitas wisatawan.

Sementara pemerintah kampung memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat untuk terlibat. Pemerintah kampung diharapkan dapat menjadi penghubung sekaligus penggerak warga dalam menjaga lingkungan dan membangun kebiasaan membuang serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.

“Kami belum memiliki ruang untuk menambah personel dalam waktu dekat. Jadi, kekuatan yang ada perlu kita satukan. Pemerintah kampung, masyarakat, dan pengelola resor bisa mengambil peran masing-masing sehingga kebersihan Maratua tidak hanya bergantung kepada petugas DLHK,” jelasnya.

Baca Juga  Indonesia–AS Tetap Lanjutkan Perjanjian Dagang di Tengah Putusan Mahkamah Agung AS

Zulkifli menilai persoalan kebersihan memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan sektor pariwisata. Sebagai salah satu destinasi unggulan Berau, kondisi lingkungan Maratua menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dirasakan langsung oleh pengunjung.

Lingkungan yang terawat, lanjutnya, tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga membantu mempertahankan citra Maratua sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki daya tarik alam.

DLHK Berau berharap kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi budaya gotong royong yang dilakukan secara konsisten. Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata, tanggung jawab menjaga kebersihan di Maratua diharapkan menjadi kepedulian bersama.

“Target kami bukan sekadar menyelesaikan persoalan keterbatasan petugas. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan Maratua merupakan tanggung jawab bersama. Kalau semua bergerak, lingkungan akan lebih mudah dipelihara secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV/38) 

banner 728x90
SMSI