gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Karhutla Jadi Perhatian, Pemkab Berau Jaga Konektivitas Udara Pariwisata

banner 728x250

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan serta mobilitas wisatawan menuju Berau.

Upaya pengendalian karhutla tidak hanya diarahkan untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan tetap terbuka. Hal ini menjadi perhatian karena jalur udara merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan yang hendak berkunjung ke Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa kondisi udara dan lingkungan yang aman menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan sektor pariwisata. Terlebih, sejumlah destinasi andalan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki masih menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah.

Menurutnya, munculnya kabut asap akibat karhutla dapat memberikan dampak berantai, mulai dari terganggunya jarak pandang hingga potensi kendala terhadap aktivitas penerbangan.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Kalau asap sampai mengganggu jarak pandang dan penerbangan, tentu mobilitas wisatawan juga bisa terdampak. Karena itu, pencegahan dan penanganannya harus menjadi perhatian bersama,” kata Sri Juniarsih.

Ia menilai keberlangsungan pariwisata sangat berkaitan dengan kemudahan akses dan rasa aman selama wisatawan berada di Berau. Karena itu, kondisi lingkungan harus dijaga agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.

Pemkab Berau pun terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi potensi karhutla. Kolaborasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, instansi kehutanan, BMKG, relawan, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau.

“Kesiapan personel, peralatan pemadaman, logistik, serta dukungan operasional lainnya menjadi bagian dari langkah antisipasi kami untuk mempercepat penanganan ketika ditemukan titik api,” tuturnya.

Baca Juga  Hotel dan Restoran Bakal Jadi Mitra Promosi, Diskoperindag Berau Dorong Produk UMKM Makin Dekat dengan Wisatawan

Sri Juniarsih menegaskan, menjaga kondisi lingkungan selama musim kemarau sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan daya tarik Berau sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam unggulan di Kalimantan Timur.

“Keamanan lingkungan harus kita jaga bersama. Dengan kondisi yang kondusif, wisatawan dapat merasa nyaman datang ke Berau dan aktivitas pariwisata tetap berjalan. Ini juga penting bagi perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ADV/37) 

banner 728x90
SMSI