gubernurkaltim
wakilgubernurkaltim
banner 728x250

Bukan Sekadar Terasi, Berau Bidik Produk Olahan Laut Beridentitas Daerah

banner 728x250

BERAU – Kabupaten Berau memiliki peluang besar mengembangkan terasi sebagai salah satu produk olahan hasil perikanan unggulan daerah. Potensi tersebut kini mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).

Selama ini, terasi yang dihasilkan dari wilayah Berau dinilai memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dibandingkan produk dari daerah lain. Namun, identitas asal produk masih belum kuat sehingga sebagian terasi Berau justru lebih dikenal setelah dipasarkan menggunakan nama daerah lain.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun identitas produk lokal. Menurutnya, potensi yang sudah dimiliki tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus dikembangkan agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Potensi terasi yang kita miliki sebenarnya sangat besar. Karena itu, kami ingin produk ini tidak hanya dikenal dari kualitasnya, tetapi juga memiliki identitas yang jelas sebagai produk asli Berau,” ujar Eva.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah mulai menyiapkan konsep pengembangan sentra produksi. Skema tersebut melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, pelaku usaha, serta pihak terkait lainnya sehingga pembangunan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas semata.

Dalam pembagian peran, pemerintah kampung diarahkan menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pengembangan sentra. Sementara itu, pemerintah kabupaten akan mendukung pembangunan fasilitas produksi sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Konsepnya kami bangun secara bersama. Pemerintah kampung menyiapkan lokasi, kemudian pemerintah kabupaten mendukung pembangunan fasilitas. Sementara untuk peningkatan kemampuan pelaku usaha dan kebutuhan peralatan akan kami dorong melalui program yang ada,” jelasnya.

Eva menambahkan, pembangunan fasilitas produksi oleh pemerintah kabupaten juga berkaitan dengan mekanisme pengelolaan aset daerah. Karena itu, keberadaan sentra tersebut nantinya tetap diarahkan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat.

Baca Juga  PJU Padam di Sejumlah Titik, DPRD Berau Desak Penanganan Cepat di Tengah Lonjakan Arus Balik

Ia menegaskan, fasilitas yang dibangun bukan sekadar bangunan produksi, tetapi harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan mendorong peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

“Fasilitas yang dibangun pemerintah daerah nantinya harus benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami ingin keberadaannya menjadi pusat kegiatan produksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha di kampung,” katanya.

Pengembangan terasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil perikanan di Berau. Dengan pengolahan yang lebih baik, komoditas yang sebelumnya hanya bernilai sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Menurut Eva, hilirisasi harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran, hingga penciptaan merek lokal. Dengan begitu, terasi Berau tidak hanya mampu memenuhi pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Target kami bukan hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi bagaimana terasi ini memiliki merek dan identitas Berau, kualitasnya semakin baik, serta mampu masuk ke pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, nilai tambahnya harus kembali kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” pungkasnya. (ADV) 

banner 728x90
SMSI